Gua Pindul

January 30, 2013, Category: Yogyakarta · 6 Comments

pindul cave tubingGua Pindul, beberapa tahun terakhir ini warga Gunungkidul khususnya dan warga Indonesia umumnya dihebohkan dengan ditemukannya sebuah gua yang luar biasa. Gua alami yang belum lama dikelola sebagai tempat wisata dan petualangan. Sebenarnya gua ini sudah lama adanya karena sebagai gua alami. Di dalamnya ada aliran sungai dan mungkin ini yang membuat orang enggan masuk lebih dalam. Sebelum menjadi tempat wisata sungai dan gua ini dulunya buat pembuangan sampah lho, sampahnya manusia J

Namanya Gua Pindul. Berlokasi di dusun Gelaan. desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, provinsi Yogyakarta. Karena dasar gua ini berupa sungai maka tidak mungkin anda menyusuri dengan jalan kaki, kecuali punya cukup nyali untuk berenang.Inilah istimewanya, anda harus menaiki ban karet untuk menyusuri gua. Di dalam gua pasti akan anda temukan banyak hal baru yang tidak ada bandingannya dengan gua biasa. Wisata menyusuri gua menggunakan ban karet ini dikenal dengan sebutan cave tubing. National Geographic juga pernah meliput keindahan berwisata di Gua Pindul. Gua Pindul dibuka secara resmi untuk umum pertama kali pada tahun 2010.

Keajaiban alam ini sudah menarik perhatian puluhan ribu wisatawan sejak tahun 2010, baik domestik ataupun mancanegara. Di tahun pertama tercatat hanya ada 120 wisatawan saja. Tahun 2011 tercatat 18.000 pelancong. Dan tahun 2012 tercatat 40ribua lebih pengunjung.

Gua Basah

Gua Pindul termasuk ke dalam golongan “gua basah” dimana jenis gua ini berbeda dengan kebanyakan gua di Indonesia yang rata-rata bertipe “gua kering”. Di dalam gua pindul terdapat aliran sungai yang mengalir mulai dari mulut gua hingga bagian akhir dari gua ini. Gua ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan aliran sungai bersahabat, cukup tenang, dan tidak terlalu banyak gelombang pada aliran sungai ini.

Cukup dengan membayar 30 ribu rupiah per orang, anda sudah bisa bertualang menjelajah Gua Pindul. Biaya tersebut digunakan untuk menyewa ban karet, jaket pelampung serta jasa pemandu yang memandu anda menikmati keindahan pemandangan di gua ini.

Selanjutnya pemandu mulai memandu anda dengan memimpin doa sebelum melakukan perjalanan dan memberikan penjelasan tentang tata tertib yang ada. Hati-hati, mungkin ada makhluk lain yang menghuni gua ini. Gua pindul memiliki 3 lorong, yaitu lorong terang, remang-remang, dan gelap. Pemandu membawa alat penerangan dan memberikan penjelasan tentang apa yang ada di dalam gua ini. Di dalam gua bisa anda temukan stalakmit dan staktit yang berdiri kokoh bagaikan tiang-tiang sebuah bangunan. Selain itu, di Gua Pindul terdapat hewan yang di lindungi yaitu burung seriti, walet serta kelelawar. Sedang bagian gelap Gua Pindul, ditujukan untuk konservasi kelelawar.

Harap dicatat, ditengah perjalanan menjelajah gua pindul akan anda temukan bagian gua yang sangat sempit sehingga antri harus bergantian untuk melalui bagian tersebut karena hanya mampu dilewati oleh satu ban karet saja. Menjelang akhir perjalanan menyusuri gua, anda akan menemukan tempat yang bisa digunakan uji nyali melompat ke air. Di sini anda akan merasakan sensasi yang menakjubkan ketika melompat dari tempat tersebut. Untuk menyusuri gua ini diperlukan waktu kurang lebih 1 jam. Jangan khawatir, satu jam tidak terasa berlalu sangat cepat karena Sang Pencipta alam akan menghipnotis anda dengan keindahan yang ada di dalam gua pindul ini.

Dulunya WC Apung

Menurut Subagyo, salah satu penggagas dan pengurus objek wisata alam itu mengakui tingginya minat wisatawan terhadap situs wisata yang baru dibuka pada Oktober 2010 itu di luar dugaan warga desa Bejiharjo. Memang luar biasa, seperti kata Subagyo. Objek wisata yang dikelola hanya oleh warga Desa Bejiharjo itu tidak hanya bisa menarik ribuan wisatawan dalam waktu singkat tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

Subagyo menuturkan kehadiran situs wisata Gua Pindul telah memberikan lapangan kerja baru bagi 120 warga yang kini bekerja sebagai pemandu wisata dan warga lainnya yang berdagang di sekitar gua tersebut. Bandingkan saja, dulunya banyak yang bekerja sebaga buruh tani dengan penghasilan rata-rata Rp.350.000,- per bulan. Kini, mereka bisa meraup untung rata-rata hingga Rp.2,5 juta dari bisnis pariwisata Gua Pindul ini.

Kehadiran obyek wisata Gua Pindul menjadikan berkah untuk warga sekitar. Anak-anak muda di sana tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib. Dan orang tua tidak perlu lagi menjual tanah untuk beli sepeda motor atau untuk biaya sekolah anak.

Terinspirasi Gua Gong di Pacitan
Subagyo, yangsaat itu berusia 49 tahun sempat dicap sebagai orang gila karena berperilaku aneh, berbeda dengan kebanyakan warga sekitar. Diawali oleh gagasan empat orang warga desa pada Juli 2010. Gua Gong memiliki ciri khas batunya jika dipukul mengeluarkan bunyi mirip gamelan gong.

Subagyo bersama tiga orang temannya Tuwijo, Suratmin dan Paryo mempelopori pengembangan Gua Pindul menjadi objek wisata yang layak dijual. Mereka membangun gedung sekretariat bersama, membersihkan lingkungan di sekitar sungai, dan mengajak warga lain untuk terlibat. Semuanya dilakukan secara gotong royong.

Tetapi perubahan, seperti dalam banyak kisah, awalnya tidak berjalan mulus. Cerita yang sama dialami Subagyo dan rekan-rekannya. Hidup di tengah masyarakat petani, mereka malah dianggap sekumpulan orang aneh. “Kami dibilang orang stres. Bukannya mengerjakan sawah, malah ngurus gua,” kenang Subagyo.

Tantangan tidak berhenti sampai di situ. Gua Pindul oleh masyarakat setempat biasanya dijadikan tempat membuang sampah dan buang hajat. Alhasil sungai dengan aliran tenang itu kotor penuh sampah. Diperlukan kerja keras oleh Subagyo dan temannya untuk meyakinkan warga dan menghentikan kegiatan mencemari sungai dengan sampah. Setelah kampanye kebersihan selesai, dilanjutkan dengan gotong royong membuat akses jalan sederhana menuju lokasi.

Usaha warga Desa Bejiharjo kemudian mendapat bantuan dari sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang melangsungkan program Kuliah Kerja Nyata di Gua Pindul pada 2011. Mahasiswa KKN itu terlibat aktif untuk membenahi sisi bisnis dan manajemen pengelolaan obyek wisata Gua Pindul.

Tak lama kemudian, pemerintah DIY membangun jalan permanen ke desa itu. Dinas Pariwisata setempat juga menyumbang sejumlah perangkat pembantu seperti perahu karet dan jaket pelampung, serta mempromosikan desa wisata Bejiharjo. Tak cukup dengan bantuan birokrat, warga desa secara mandiri bekerjasama dengan 38 biro perjalanan wisata di Yogyakarta dan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter, selain website resmi Gua Pindul, untuk mempromosikan wisata Gua Pindul.

Asal Mula Nama Gua Pindul

Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Jam Buka: Senin – Minggu (pk 08.00 – 16.00 WIB).

Keterangan: Cave Tubing Gua Pindul sepenuhnya dikelola oleh Karang Taruna Dusun Gelaran I. Bagi yang hendak melakukan cave tubing disarankan untuk reservasi beberapa hari sebelumnya.

Comments

6 Responses to “Gua Pindul”
  1. pingin main ksnh………heeeuuu.

  2. Mangan ora mangan sing penting ngumpul mangan mangan di Giyo dahar Yu Marto Kawasan wisata Pindul kali Oya @Hp. 0817272354

  3. Agung Wibowo says:

    apik-apik banget…..sukses tuk karang taruna….

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] Namanya Gua Pindul. Berlokasi di dusun Gelaan. desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, provinsi Yogyakarta. Karena dasar gua ini berupa sungai maka tidak mungkin anda menyusuri dengan jalan kaki, kecuali punya cukup nyali untuk berenang. Inilah istimewanya, anda harus menaiki ban karet untuk menyusuri gua. Di dalam gua pasti akan anda temukan banyak hal baru yang tidak ada bandingannya dengan gua biasa. Wisata menyusuri gua menggunakan ban karet ini dikenal dengan sebutan cave tubing. National Geographic juga pernah meliput keindahan berwisata di Gua Pindul. Gua Pindul dibuka secara resmi untuk umum pertama kali pada tahun 2010. [...]

  2. [...] Saat ini sudah tidak susah untuk mencari rute ke pantai Indrayanti. Selain karena memang sudah terkenal, papan petunjuk juga memberikan arahan yang jelas. Dari Jogjakarta, ikuti saja jalan mengarah ke WOnosari. Setelah lewat batas kota Jogja-Gunungkidul, tidak jauh dari situ ada rambu-rambu DLLAJ berwarna hijau menunjukkan arah belok kanan untuk menuju ke Pantai Indrayanti. Dari loket retribusi kendaraan, jaraknya sekitar 9 km saja. Jika maih punya waktu, coba juga serunya menyusuri sungai dalam gua yang ada di Gua Pindul. [...]



Related Posts

Mungkin Anda suka ini..close