tujuh keajaiban dunia di indonesia

7 Keajaiban Dunia di Indonesia Tempat Wisata Favorit 2022

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikaruniai berbagai kekayaan hayati yang melimpah nan tak tertandingi belahan dunia manapun.

Lokasinya di pertemuan lempeng sunda dan lempeng sahul,membuat keanekaragaman lautnya mewakili mayoritas jenis terumbu karang diseluruh dunia.

Tahukah anda bahwa UNESCO Mencatat setidaknya ada 7 keajaiban dunia di Indonesia berupa situs peninggalan masa lalu yang diakui secara global.

Itu artinya dunia mengakui kekayaan negeri kita ini. Apa saja seven wonders itu? simak ulasan berikut:

Danau Toba

Indonesia pernah mengguncang dunia dengan letusan tiga gunungnya, yaitu Toba, Tambora,dan Krakatau.

Debu yang dimuntahkan ke angkasa menutup matahari dan membuat siang gelaplayaknya malam. Dari ketigagunung tersebut, hanya Toba yang nyaris sepenuhnya hilang dan tak lagi berbentuk gunung.

Namun ia tidak pergi tanpa warisan. Sebuah danau vulkanik terbesar sejagat kini mengisi tanah yang ditinggalkannya.

Berukuran panjang 100km dan lebar 30km, Danau Toba menjadi obyek wisata andalan Sumatra Utara sekaligus danau paling tersohor di Indonesia.

Menyusuri danau dengan perahu dan menyaksikan kehidupan masyarakat suku Batak menjadi sebuah kenangan tersendiri.

Wajib Baca: Objek Wisata Danau Toba di Propinsi Sumatera Utara Indonesia

Puncak Jaya

Pegunungan Jayawijaya membentang dari Papua Barat hingga Papua Nugini dengan puncak tertingginya berada di Sudirman range dan bernama Puncak Jaya (4844 dpl).

Masyarakat dunia menjulukinya Carstensz Pyramid. Nama tersebut konon diambil dari nama seorang petualang Belanda bernama John Carstensz, yang diyakini pertama kali melihat adanya puncak bersalju di daerah tropis.

Kabar itu diawartakan di Eropa pada tahun 1623 namun tak seorangpun mempercayainya.

Daya tariklain Puncak Jaya adalah mahkotanya yang diselimuti salju abadi. Sayangnya, sebagai akibat pemanasan global, lapisan esnya terus menyusut.

Jika manusia tidak segera berhenti merusak bumi, bukan tidak mungkin salju di Puncak Jaya akan berakhir menjadi dongeng yang hanya bisa kita ceritakan ke anak cucu.

Wajib Baca: Tempat Wisata Gunung Yang Paling Eksotis di Indonesia

Situs Purbakala Sangiran

Pada tahun 1996, UNESCO menempatkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site). Situs seluas 48 km persegi ini menyimpan puluhanribu fosil purba (13 ribu telah ditemukan dan 3000 diantaranya dipajang di Musem Purbakala Sangiran.

Wilayah di sekitarnya yang berjuluk Kubah Sangiran menyimpan 65% fsil hominid purba di Indonesia dan 50% di dunia yang berusia lebih dari dua juta tahun.

Situs Sangiran ditemukan pada tahun 1934 oleh paleontolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald melalui artefak yang ditinggalkan Homo Erectus di Desa Ngebung.

Pada masa purba, berdasar hasil riset geologi, kawasan yang terletak 17km dari Solo/Surakarta ini sebenarnya merupakan hamparan laut.

Perputaran bumi dan bencana alam kemudian mentransformasinya menjadi lapisan tanah yang kaya akan fosil, termasuk fosil binatang laut.

Wajib Baca: Museum Purbakala Sangiran di Kaki Gunung Lawu

Candi Borobudur Keajaiban Dunia di Indonesia yang Paling Terkenal

Candi yang terdaftar di World Heritage Site UNESCO ini pernah menjadi anggota Tujuh Keajaiban Dunia. Berdiri megah di Magelang (Jawa Tengah), Borobudur merupakan salah sat candi Budha terbesar di dunia.

Keunikan ca di yang dibangun  Raja Samaratungga ini tidak hanya terletak pada struktur bangunannya yang berupa 10 tingkat tetapi juga pada relief-relief di tubuhnya yang menyimpan makna kehidupan di muka bumi.

Relief itu akan terbaca secara berurutan bila kita berjalan searah jarum jam.

Pada reliefnya,Borobudur bercerita tentang sebuah kisah legendaris, Mahabarata, selain menggambarkan kondisi masyarakat saat itu.

Keseluruhan reief mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari Budha.

Yang juga mengagumkan, Borobudur dibangun hanya menggunakan sistem interlock, layaknya balok-balok lego yang menempel tanpa lem ataupun semen.

Wajib Baca: Candi Borobudur, Candi Budha Raksasa di Magelang

Komodo

Komodo adalah kadal terbesar di dunia yang hidup di Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.

Pada tahun 1991, UNESCO mengakui taman ini sebagai World Heritage Site dan kini termasuk dalam jajaran New7Wonders of Nature.

Komodo adalah predator dengan kemampuan lengkap. Ia memiliki penciuman tajam, serta mampu berlari dan berenang.

Senjata utamanya adalah air liur. Siapapun yang tergigit, jika tidak cepat diobati maka kemungkinan besar akan tewas.

Populasi komodo diperkirakan kini tinggal 2700 ekor saja. Salah satu ancaman bagi keberlangsungannya adalah kanibalisme komodo dewasa memangsa bayi-bayi komodo.

Wajib Baca: Pulau Komodo di NTT – Wisata Terunik di Indonesia

Benteng Keraton Wolio

Dengan luas sekitar 22 hektar atau setara luas 36 lapangan sepakbola, benteng ini merupakan yang terluas di dunia.

Peangukuhan rekor tersebut dilakukan oleh Museum Rekor Indonesia  (MURI). Pesaingnya, Malbork Castle di Polandia yang luasnya hanya 15 hektar.

Arsitektur Benteng Keraton Wolio menyerupai huruf dal  dalam abjad Arab. Panjangnya hampir 3 km dengan tinggi dinding rata-rata empat meter.

Ketebalan dindingnya/ antara 1,5-2 meter. Temboknya sengaja dibuat tebal guna menahan serangan meriam musuh.

Di dalam benteng terdapat 12 pintu gerbang (lawa) yang melambangkan 12 lubang pada tubuh manusia.

Tubuh manusia sebenarnya hanya memiliki 10 lubang termasuk pusar tapi masyarakt setempat rupanya memasukkan juga lubang pori-pori kulit serta membedakan antara saluran urin dan sperma.

Berlokasi di Bau-Bau,Sulawesi Tenggara, Benteng Keraton Wolio merupakan peninggalan Kesultanan Buton yang dibangun pada abad ke-16 oleh Sulton Buton III La Sangaji.

Di dalamnya berdiri Masjid Agung Keraton (Masigi Ogena) yang dibangun Sultan Buton XIX Sakiuddin Durul Alam di awal abad ke-17.

Wajib Baca: Sejarah dan Arsitektur Peradaban Kota Lama Semarang

I La Galigo

Sebuah naskah berisi epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis yang ditulis antara abad ke-13 hingga 15.

Versi tertulis hikayatini paling awal diawetkan pada abad ke-19 dimana versi-versi yang sebelumnya telah hilang akibat serangga dan cuaca. Akibatnya, tidak ada versi I La Galigo yang lengkap.

Banyak sumber menyebutkan naskah I La Galigo terdiri atas 113 naskah terpisah yang mencapai total 31500 halaman, menjadikannya karya sastra terpanjang yang dilahirkan manusia, mengalahkan Mahabarata dan Ramayana.

Hikayat ini mulai dikenal khalayak internasional secara luas setelah diadaptasi dalam pertunjukan teater I La Galigo oleh Robert Wilson, sutradara asal Amerika Serikat.

Wajib Baca: Nuansa Sejarah di Kota Semarang Provinsi Jawa Timur

Leave a Comment