Menelusuri Sejarah Napak Tilas Candi Belahan di Pasuruan

Candi Tetek adalah julukan lain dari candi Belahan atau bisa juga disebut dengan Pertitaan Belahan. Candi ini merupakan Pertitaan yang berarti pemandian yang berlokasi di kaki gunung Penanggungan.

Candi ini merupakan sebuah pemandian yang bersejarah dari abad 11. Bagaimanakah Napak Tilas Candi Belahan ini? berikut akan kami jelaskan.

Wajib Baca: 7 Keajaiban Dunia di Indonesia Yang Menjadi Tempat Wisata Favorit 2022

Lokasi Candi belahan

Pemandian atau Petirtaan ini berlokasi di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Perkiraan pembangunan Pemandian ini adalah pada masa kerajaan Airlangga.

Petirtaan ini berupa sebuah kolam atau pemandian berbentuk persegi yang berukuran panjang 6,14 meter X 6,14 meter.

Foklor Candi Belahan

Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, petirtaan ini selain menjadi tempat untuk mandi Raja Airlangga, diduga juga sebagai tempat peristirahatan beliau atau makam beliau.

Di bangunan pemandian ini terdapat juga dua buah arca dari Dewi Sri dan ArcaLaksmi yang tak lain merupakan selir dari Raja Airlangga.

Dibangunnya kedua arca ini konon katanya sebagai bentuk pengabdiannya. Dimana dari kedua arca ini mengalir air dari kedua payudara Arca Laksmi, yang kemudian oleh masyarakat setempat Petirtaan ini mereka juluki dengan nama candi Tetek.

Air yang keluar dari payudara arca Laksmi ini tidak pernah berhenti mengalir meskipun pada waktu musim kemarau, airnya sangat jernih dan segar, maka tak sedikit warga sekitaran candi yang memanfaatkan air ini untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Wajib Baca: Museum Purbakala Sangiran di Kaki Gunung Lawu

Masyarakat sekitar juga percaya bahwa air yang berasal dari Pertitaan ini dapat membuat awet muda dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Candi yang terletak pada ketinggian 700 mdpl ini merupakan candi yang masih asli alias belum pernah di renovasi atau di pugar.

Sangat disayangkan memang, sebenarnya candi ini sangat menunjang untuk dijadikan lokasi tujuan wisata sejarah, karena memiliki bangunan candi yang unik.

Tinggal menambahkan beberapa fasilitas disana dan juga melakukan pemugaran terhadap pertitaan ini serta melakukan promosi yang gencar, pastinya akan membuat candi ini lebih dikenal masyarakat luas.

Karena wisataan yang berkunjung ke Petirtaan ini adalah wisatawan yang ingin mendaki gunung Penanggungan, karena memang lokasi dari candi ini merupakan rute untuk menuju Gunung Penanggungan.

Alangkah lebih baiknya jika pemerintah setempat lebih peduli kepada Petirtaan ini dan Tidak ada salahnya jika anda ingin melakukan wisata sejarah dan berkunjung ke tempat ini.

Semoga bisa memberikan inspirasi yang bermanfaat untuk liburan Anda.

Baca Juga: Candi Borobudur, Candi Budha Raksasa di Magelang

Leave a Comment