Candi Prambanan, Candi Hindu terbesar di Indonesia

Candi Prambanan atau dikenal juga sebagai Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada 800-an masehi.

Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma (dewa pencipta), Wishnu (dewa pemelihara), dan Siwa (dewa perusak).

Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna: ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga.

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta beliau.

Wajib Baca: 7 Keajaiban Dunia di Indonesia Tempat Wisata Favorit 2022

Nama Prambanan sendiri berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri. Diduga merupakan dialek bahasa Jawa dari “Para Brahman”, yang mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana.

Candi ini terletak di desa Prambanan, di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Berjarak 20 km sebelah timur Yogyakarta, 40 km sebelah barat Surakarta/Solo dan 120 km sebelah selatan Semarang.

Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya.

Dengan candi Siwa sebagai candi utama dengan ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi kecil lainnya.

Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan tak hanya menjadi daya tarik kunjungan wisatawan domestik namun juga dari seluruh dunia.

Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di peradaban Jawa kuno.

Pembangunannya dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan candi Sewu yang tidak jauh dari Prambanan.

Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa.

Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu.

Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa sansekerta adalah Siwagrha (sansekerta:Shiva-grha yang berarti: ‘Rumah Siwa’)

Kompleks candi Prambanan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama.

Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.

Wajib Baca: 10 Obyek Wisata Indonesia Paling Diminati

Sendratari Ramayana

Di sisi barat seberang sungai Opak dibangun kompleks panggung dan gedung pertunjukan Trimurti yang secara rutin menggelar pertunjukan Sendratari Ramayana.

Panggung terbuka Trimurti tepat terletak di seberang candi di tepi Barat sungai Opak dengan latar belakang Candi Prambanan yang disoroti cahaya lampu.

Panggung terbuka ini hanya digunakan pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan, pertunjukan dipindahkan di panggung tertutup.

Tari Jawa Wayang orang Ramayana ini adalah tradisi adiluhung keraton Jawa yang telah berusia ratusan tahun, biasanya dipertunjukkan di keraton dan mulai dipertunjukkan di Prambanan pada saat bulan purnama sejak tahun 1960-an.

Sejak saat itu Prambanan telah menjadi daya tarik wisata budaya dan purbakala utama di Indonesia.

Bagian kompleks Candi Prambanan

Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi bangunan ini menghadap ke arah timur maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur.

Kompleks candi Prambanan terdiri dari:

3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma

3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa

2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan.

4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti

4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti

224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68

Saat ini, candi ini termasuk dalam World Heritage Site (Situs Warisan Dunia) yang dilindungi oleh UNESCO, status ini diberikan UNESCO sejak tahun 1991.

Baca Juga: Candi Borobudur, Candi Budha Raksasa di Magelang

Leave a Comment