Julia Roberts Syuting Film Eat, Pray and Love di Bali

Ada banyak tempat di Bali yang mempesona. Ubud, Gianyar, Bali, mempunyai makna tersendiri bagi sejumlah turis sehingga muncullah pernyataan The magical of Ubud.

Ungkapan tersebut untuk menunjukkan fenomena banyaknya turis yang semula berencana tinggal di Ubud hanya beberapa hari, memperpanjang masa tinggalnya. Tak hanya 1-2 hari bahkan hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan.

Konon kabarnya, nilai-nilai spiritual yang menggema di masyarakatlah yang membuat mereka bertahan di Ubud, Gianyar, Bali selain faktor pendukung berupa lingkungan adat yang kuat dan asli.

Ditambah aneka kegiatan seni yang digelar rutin di sanggar tari, pembuatan kerajinan, batik, hingga klub yoga. Belum lagi lingkungan alam nan menawan, baik hamparan padi dan bukit maupun pura dengan bangunan arsitektur masa lampau.

Di tahun 2010 tepatnya bulan Oktober, Ubud yang tenang mendadak menjadi sangat ramai. Bintang hollywood, Julia Roberts rupanya sedang menjalani syuting film Eat, Pray, and Love di kawasan wisata ini.Syuting pertama digelar di Banjar Bentuyung, kecamatan Ubud.

 Banjar adalah nama lain desa di Bali. Sekitar 200 orang kru film dari Columbia Pictures memfokuskan perhatian pada sebuah vila ditengah hampaan padi yang menguning.

Warga setempat pun dilibatkan menjadi figuran. Mereka memanen padi atau sedang berjalan di pematang sawah menuju pura, sedangkan Julia Roberts menjalani aktivitasnya.

Para pemain figuran mendapat bayaran Rp 200ribu sekali syuting. Sedangkan Julia Roberts, menurut situs hollywoodreporter.com, mendapat bayaran 10juta USD atau sekitar 98 miliar rupiah dari fil yang mengambil syuting di Amerika Serikat, Italia, India, dan Bali ini.

Syuting juga dilakukan di Banjar Pejeng Aji, Tegallalang, yang juga memiliki persawahan yang indah. Kemudian di Pasar Seni Ubud, Banjar Nyuh Kuning, Banjar Pengosekan, dan di tengah keramaian kios-kios kerajinan dan kafe di Ubud.

Di Banjar Pengosekan, digambarkan Julia Roberts bertemu dengan seorang tokoh spiritual setempat dan mendapat bimbingan spiritual untuk mendapatkan pencerahan. Tokoh itu bukan hanya rekaan atapi ada tokoh aslinya, namanya Ketut Liyer, 95 tahun.

Selain Julia Roberts, sejumlah bintang tenar Hollywood lain ikut bermain, seperti Javier Bardem yang menjadi pemeran utama pria, James Franco, Aryiani Willems, Anakia Lapae, Arlene Tur, dan Viola Davis.

Bintang film Indonesia, Christine Hakim, juga ikut bermain memeranan tokoh Wayan, seorang penjual obat  tradisional dan sempat terlibat berdialog dengan Julia Roberts. Dengan sutradara film Ryan Murphy dan poduser Brad Pitt.

Kisah fil Eat, Pray, and Love dicuplik dari novel terlaris dengan judl sama karya Elizabeth Gilbert. Bercerita tentang kisah pencarian diri Elizabeth Gilbert, 32 tahun, warga New York yang mengalami disorientasi kehidupan setelah perkawinannya gagal.

Ia kemudian melakukan pencarian diri dengan melanglang buana ke italia, India, hingga akhirnya menemukan kedamaian spiritual dengan pacar baru di Ubud, Bali.

Dalam film ini, Julia Roberts berperan sebagai Elizabeth Gilbert, sedangkan Javier Bardem berperan sebagai pacar baru yang ditemui nya di Bali.

Selain di Ubud, proses syuting mengambil tempat di Banjar Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kintamani merupakan pegunungan yang terletak di antara lereng Gunung Agung dan Gunung Batur dengan pemandangan Danau Batur yang indah.

Syuting dilakukan di Penelokan, Banjar Kedisan, sekitar dua jam perjalanan dari Denpasar. Penelokan merupakan tempat paling strategis di Kintamani, dimana kita bisa melihat hamparan bebatuan hitam Gunung Batur, keindahan Danau Batur, dan kaldera yang berbentuk bulan sabit verwarna biru.

Kaldera ini disebut-sebut sebagai kaldera terindah di dunia.

Bali taka bisa dilepaskan dari pantainya yang menawan. Syuting Eat, Pray, and Love juga menampilkan keindahan pantai Bali yang dipusatkan di Kuta Selatan dan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Di pantai Padang-Padang, Banjar Pecatu, Kuta Selatan, Julia Roberts dan javier Bardem digambarkan bertemu, berjalan-jalan, dan berkencan.

Mereka juga sempar berenang di pantai. Lokasi ini tak jauh dari Pura Uluwatu yang terkenal itu. Mereka juga melakukan perjalanan dengan naik speedboat membelah kaut menuju ke Tanjung Benoa.

Ratusan pedagang asongan dan pemijat turis yang biasa berada di pantai Padang-Padang terpaksa libur kerja selama proses pengambilan gambar ini.

Namun mereka mendapat rejeki karena mengantongi uang kompensasi sekitar 1juta rupiah per hari selama proses syuting yang berlangsung seminggu.

Selama di Kuta Selatan, syuting juga dilakukan di Banjar Ungasan. Di sini sutradara Ryan Murphy membuat sebuah studio sementara yang terdiri atas barisan kios mebel,perlengkapan upacara adat, spa ngurah balinese Therapic & Relaxing, dan restoran.

Wisata Bali mendapatkan gambaran yang lengkap dalam film Eat, Pray,and Love. Mulai wisata alam dan adat di Ubud, wisata pegunungan, danau, dan kaldera di Kintamani, hingga keindahan pasir putih pantai Bali dan Nusa Dua, Kuta Selatan.

Baca Juga: Pantai Pandawa Bali – Terkenal Gara-gara FTV

Leave a Comment