Objek Wisata Gunung Bromo Wisata Andalan Jawa Timur

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang menjadi obyek wisata andalan Provinsi Jawa Timur. Berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan meliputi empat kota yaitu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Bentuk gunung tersebut bertautan antara lembah dan ngarai dengan padang pasir seluas 10 kilometer persegi.

Ada yang unik dari penamaan Bromo. Nama Bromo diambil dari nama dewa Brahma mengingat di kawasan ini dulu banyak dihuni masyarakat beragama Hindu. Hingga kini, masyarakat Hindu di sekitar Bromo ini dikenal dengan sebutan Suku Tengger.

Penamaan khas sansekerta ini mirip dengan nama Candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia.

Gunung Bromo memiliki pemandangan eksotis berupa lautan pasir sejauh mata memandang. Lautan pasir ini diceritakan dalam sebuah legenda Roro Anteng.

Ada yang unik di sisi timur Gunung Bromo, selain ada lautan pasir ada juga hamparan savana yang luas. Sekilas bukit-bukit tersebut menyerupai bukit rumput di serial anak Teletubbies.

Berada di sisi sebelah timur Gunung Bromo, padang savana dan bukit rumput ini begitu tenang dan sejuk.

Area ini oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies, karena memang mirip dengan seting serial anak-anak Teletubbies.

Sebagai Gunung Berapi aktif, setidaknya tercata bahwa gunung ini pernah meletus pada tahun 2010, 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Boleh jadi sebelum tahun 1700-an juga sudah meletus berkali-kali.

Kondisi Alam Gunung Bromo

Gunung Bromo berada di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Kawasan ini memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.

Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Total jenis hewan yang dilindungi terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Upacara Kasodo di Gunung Bromo

Upacara Kasodo merupakan ritual Hindu masyarata Tengger. Kasodo diselenggarakan setiap tahun antara bulan Desember-Januari ketika bulan purnama.

Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo.

sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Lokasi/obyek yang menarik di sekitar Gunung Bromo:

Sebagai kawasan taman nasional, Bromo tidak hanya punya laut pasir saja. Ada banyak alternatif wisata alam disekitar Gunung Bromo sebagai berikut:

  • Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
  • Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
  • Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
  • Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
  • Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Melihat kondisi alam an cuaca setempat, perlu Anda catat bahwa musim kunjungan terbaik bisa dilakukan pada  bulan Juni hingga Oktober dan bulan Desember hingga Januari.

Diluar bulan tersebut, kemungkinan kondisi alam menjadi kurang bersahabat dan bahkan berbahaya. Perlu disiapkan kesehatan prima dan perbekalan penahan dari udara dingin seperti: baju hangat, penutup kepala, kaus tangan penahan udara dingin, serta bekal makanan-minuman secukupnya.

Akses menuju Gunung Bromo

Bromo meliputi empat kota dan kabupaten. Sehingga praktis ada banyak cara untuk mencapai  lokasi:

  • Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km
  • Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km
  • Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km.
  • Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km.
  • Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.

Tempat Menginap di sekitar Gunung Bromo

Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.

Perlu diingat bahwa di puncak Penanjakan tidak ada pengginapan maka dari penginapan terdekat harus berangkat pagi-pagi sekitar pukul 03.00-04.00 pagi dini hari.

Soal urusan perut, mengingat sulitnya mencari makanan pada malam hari maka akan lebih baik apabila Anda membeli persediaan makanan dan minuman sebagai bekal Anda.

Souvenir khas Gunung Bromo

Bagi Anda yang suka mengoleksi souvenir khas objek wisata di Indonesia, souvenir kah Gunung Bromo dapat dibeli di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit.

Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya.

Di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.

Baca Juga: Surga Alam Ranu Kumbolo | Obyek Wisata Indonesia

Leave a Comment