Nuansa Alam Nirwana Kebun Teh Kertowono

Alangkah serunya jika liburan sekolah digunakan untuk menikmati panorama alam perkebunan yang hijau bak menyegarkan mata pengunjung.

Hamparan kebun teh juga tersaji dengan rapinya susunan tanaman tehnya. Kebun teh yang begitu hijau dan sedap dipandang itu berada di kabupaten sedang, yaitu Lumajang.

Nama perkebunan teh itu sendiri ialah Kebun Teh Kertowono. Setiap pagi para petani teh berjalan menyusuri terjalnya jalur menuju kebun untuk memetik teh.

Wajib Baca: Wisata Sejarah dan Spiritual di Selecta Malang

Hal Yang bisa dinikmati di Kebun Teh Kertowono

1. Lokasi perkebunan

Kebun teh ini terletak di Desa Gucialit Kecamatan Gucialit Lumajang.

2. Potensi wisata

Wisata alam yang masih alami ini dan belum terjamah tangan-tangan jail. Tempat ini cocok untuk flying fox atau penggemar ATV dengan menjelajahi areal perkebunan.

Banyak air terjun yang mengitari perkebunan ini, yaitu Air Terjun Semingkir, Air Terjun Manggisan, dan sebagainya.

3. Fasilitas perkebunan

Pengelola menyediakan penginapan untuk para pengunjung yang ingin menginap dan menikmati suasana malam dekat Pabrik Teh Kertowono buatan jaman kolonial Belanda.

4. Peraturan bagi pengunjung

Pengunjung tidak diperkenankan untuk membuang sampah di area perkebunan.

5. Tarif

Pengelola atau PTPN XII hanya mengenakan pada ongkos parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil.

6. Rute perjalanan

Wisata ini memiliki jarak tempuh sekitar 45 km atau sekitar 1 jam menuju lokasi dari pusat kota.

Mulai dari Terminal Minak Koncar Lumajang, Anda bisa naik kendaraan umum seperti L300 menuju pasar Gucialit dengan L300 itu.

Setelah mencapai pasar, Anda bisa melakukan perjalanan dengan jalan kaki.

Itu tadi Nuansa Alam Nirwana Kebun Teh Kertowono.

Bagi Anda yang ingin menikmati nuansa alam nirwana Kebun Teh Kertowono, dan sekaligus berwisata sejarah melihat pabrik teh buatan kolonial Belanda yang hingga saat ini tetap beroperasi, segera saja membuktikannya sendiri ke lokasi ini.

Salam Obyekwisataindonesia.com

Baca Juga: Menghidupkan Kembali Dunia Seni Rupa Indonesia

Leave a Comment