Mengenal Situs Candi Wringin Lawang

Candi wringin lawang terletak di desa Jati Pasa kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto yang memiliki panjang 13,7 meter, tinggi 15,5 meter, dan lebar 11,50 meter.

Candi tersebut diberi nama wringin lawang dikarenakan terdapat pintu pada gapura serta terdapat pohon beringin yang berada disampingnya.

Apakah Anda pernah berkunjung untuk melihat situs wiring lawang yang ada di kota Mojokerto? Candi tersebut diyakini dulu digunakan sebagai salah satu pintu masuk menuju keraton kerajaan Majapahit.

keagungan candi wringin lawang merupakan mewujudkan suatu simbol yang dicerminkan spirit religius dew dan raja melalui rancangan bangunan maupun keseniannya.

Wajib Baca: 7 Keajaiban Dunia di Indonesia Tempat Wisata Favorit 2022

Candi wringin lawang menghadirkan sosok yang dipersembahkan pada titisan dewa, raja yang mangkat serta gapura atau candi wringin lawang merupakan salah satu candi yang berdiri megah dan berdiri kokoh yang ada di Mojokerto.

Mengenal situs candi wringin lawang yang ada di Mojokerto tersebut merupakan salah satu wujud pelestarian seni budaya yang ada di negeri sendiri sebab saat ini berwisata ketempat-tempat bersejarah saat ini kurang diminati masyarakat sekarang.

Di bawah ini ada beberapa cara menganalisis peninggalan Majapahit khususnya untuk mengenal situs candi wringin lawang antara lain sebagai berikut :

Ukuran dan bahan bangunan candi wringin lawang.

Bangunan yang agung terbuat dari batu bata merah tanpa hiasan yang tersusun menjadi platform gapura yang ada di Jawa Timur.

Sebuah ciri arsitektur Vernakular yangbisa bertahan berabad-abad lamanya dengan denah empat segi panjang 13 m, tinggi 15,50 m, dan lebar 11,5 m serta orientasi bangunan mengarah ketimur dan kebarat.

Teknik pembuatan candi wringin lawang.

Pemilihan tempat tanah liat yang akan diambil, pengayaan hingga memperoleh tanah yang halus, pencetakan, pembakaran dan yang terakhir adalah proses penyatuan batu bata menjadi candi meliputi penggosokan sehingga tidak ada perembesan air dan penyatuannya juga menggunakan bahan alam seperti tetes tebu dan putih telur.

Filosof gapura wringin lawang

Bentuk candi menyerupai puncak gunung karena gunung diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa-dewa, candi terbelah jadi 2, terakhir pada candi jika dilihat dari sisi luar terdapat candi kecil yang menempel pada bagian induk candi.

Mengenal Situs Candi Wringin Lawang juga akan menjadi hal menarik didalam wisata Anda. Pastinya juga bisa menambah pengetahuan Anda mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia Selamat berlibur

Baca Juga: Candi Prambanan, Candi Hindu terbesar di Indonesia

Leave a Comment