Kekayaan Alam Bawah Laut Raja Ampat di Provinsi Papua

Tahun 2011, Raja Ampat digelari sebagai Kota Tujuan Wisata Favorit. Tepatnya dalam ajang penghargaan indonesia Toutism Award 2011. Tahukah anda dimana letak Raja Ampat?

Kabupaten Raja Ampat merupakan hasil pemekaran propinsi Papua. Letaknya terpencil di Papua Barat dan resmi berdiri sebagai sebuah kabupaten pada tahun 2002.

Kawasan ini menyimpan sejuta panorama bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat telah dikenal luas sebagai salah satu dari 10 wisata menyelam terbaik di dunia.

Dengan pesona dan kekayaan alam bawah lautnya, menjadikan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan mancanegara. Raja Ampat dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia.

Untuk memperkenalkannya lebih luas ke dunia, Raja Ampat membuka pusat informasi di Bali. Maklum, objek wisata di Bali telah lebih dulu dikenal sebagai gerbang utama kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Wajib Baca: Taman Laut Bunaken Manado – Taman Laut Nasional Indonesia

Sebagai kabupaten baru di Indonesia, wilayah yang terletak terpencil di Papua Barat ini infrastrukturnya belum memadai. Untuk mencapai Raja Ampat, wisatawan harus terbang dulu ke Sorong kemudian menyusuri laut sejauh 71 km untuk tiba di Raja Ampat.

Meskipun masih berusia dini, Raja Ampat mampu menarik minat wisatawan mancanegara. Tercatat tak kurang 5 ribu orang ada 2009.

Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Paulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia.

Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Hail penelitian lain dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan survei pada 2001 dan 2002.

Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat tidak kurang dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans.

Hal ini menjadikan Raja Ampat sebagai surga untuk 75% spesies karang dunia. Di belahan lain di dunia, tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Wajib Baca: Danau Sentani menjadi primadona wisata baru di Papua

Akses ke Raja Ampat

Akses transportasi menuju kepulauan ini tidaklah terlalu sulit meski memang memakan waktu dan biaya relatif besar. Dari Jakarta, kita bisa terbang ke Sorong via Menado selama 6 jam penerbangan.

Dari Sorong (sebuah kota yang relatif besar dan fasilitas lengkap) untuk menjelajahi Raja Ampat terdapat dua alternatif. Pertama, ikut tur dengan perahu pinisi. Atau kedua, tinggal di resor Papua Diving.

Meskipun mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat adalah penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi wisatawan non-penyelam karena ada juga pantai-pantai indah berpasir putih, gugusan pulau-pulau karst yang memukau nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, burung kakatua/nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek.

Wajib Baca: 40 Lokasi Penyelaman Terbaik di Wakatobi

Konservasi Raja Ampat

Tempat wisata indah tidak luput dari ulah tangan jahil yang membuat kerusakan mengingat semakin banyaknya pelancong.

Untuk melindungi keindahan kawasan Kepulauan Raja Ampat ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan laut di sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektar.

Baca Juga: Wisata Taman Bawah Laut karimunjawa Ekosistem Terlengkap

Leave a Comment