Wisata China ke Xi’an (1)

Wisata China sangat terkenal di dunia. China merupakan salah satu Negara yang berkembang sangat pesat di abad ini.

Pertumbuan ekonominya salah satunya ditunjang oleh pengelolaan pariwisata yang baik. China memiliki banyak situs sejarah karena memang China sudah terkenal sejak dulu.

Konon kabarnya, teknologi pembuatan kertas berasal dari China. Termasuk penggunaan mata uang kertas konon juga bermula dari Negeri Tembok Raksasa (Great Wall).

Selepas kepemimpinan Mau Tse Dong, China tidak terlalu ketat berpegang pada prinsip komunis. Mirip dengan Jepang dengan Restorasi Meiji.

China mulai membuka diri dengan kemajuan yang ada di barat baik Eropa maupun Amerika.

China memiliki tiga kota besar yang sudah masyhur di dunia. Beijing, Shanghai, dan Guangzhou adalah tiga pintu gerbang internasional memasuki China.

Beijiing sebagai pusat pemerintahan alias ibu kota Negara, tentu banyak kantor-kantor penting di kota Beijing.

Shanghai boleh dibilang pusat industry. Sedang Guangzhou sebagai kota yang berlatarbelakang sejarah, menyimpan banyak peninggalan sejarah masa lalu saat China masih berupa kerajaan-kerajaan.

Dari Indonesia, kita bisa mendarat di China melalui Shanghai dan Guangzhou. Garuda Indonesia memiliki penerbangan rutin setiap hari ke Shanghai (PVG) , Beijing (PEK), dan Guangzhou (CAN).

Ada satu kota yang mungkin jarang terdengar di telinga orang Indonesia. Namun saya yakin gambar-gambarnya sudah sering dilihat di film-film, ialah Xi’an. Xi’an terletak di propinsi Shaanxi.

Tepatnya di tengah-tengah China. Sekitar dua jam perjalanan dari Guangzhou dan hampir tiga jam penerbangan dari Shanghai.

Wisata China di Xi’an  terkenal dengan situs terakota. Di situs tersebut terdapat ratusan patung tentara kerajaan China yang konon kabarnya merupakan sebentuk persembahan kepada raja.

Raja yang mangkat dibuatkan patung tentara menuju alam keabadian. Patung tentara dibuat dalam berbagai bentuk, ada pula yang sedang memacu kereta kuda.

Wajib Baca: Pulau Kakaban dengan danau purbanya

Terracota Army

Selain ciri khas China dengan cerita-cerita kungfu, ada pula peninggalan Islam di sana. Propinsi Shaanxi berdekatan dengan propinsi Xinjiang.

Xinjiang sendiri penduduknya hampir 100% muslim alias beragama Islam. Di Xi’an terdapat sekitar 50ribu warga muslim. Xi’an memiliki tujuh buah masjid yang sebagian besarnya peninggalan kuno.

Masjid Raya Xi’an

Adalah Great Mosque of Xi’an, salah satu masjid tertua di China. Dibangun pada tahun 1399 oleh Dinasti Ming. Pada dinasti inilah Laksamana Cheng Ho ada dan sempat bertandang ke Indonesia.

Tercatat Laksamana Cheng Ho mendarat di Sunda Kelapa dan mendirikan masjid di sana.

Di sekeliling masjid Raya Xi’an terdapat bayak warga muslim yang membuka restoran, rumah makan, warung jajanan, hingga jualan souvenir.

Jika beruntung, anda bisa menemukan warga muslim itu bisa berbahasa inggris atau melayu khususnya mereka yang pernah bermukim di Malaysia.

Masjid Raya Xi’an masih digunakan untuk sholat wajib. Bagi wisatawan diperbolehkan masuk hingga pelataran depan masjid.

Bagi yang muslim, diperbolehkan masuk ke masjid untuk menunaikan sholat 5 waktu. Masjid ini juga menjadi wisata religi di wisata china.

Wajib Baca: Sisi Lain Jam Gadang Bukittinggi

Pagoda Raksasa

China dikenal sebagai Negara dengan banyak penganut Budha. Di film-film legendaries China tentu tak lepas dari kisah dewa, dewi, siluman, dan biksu sebagai pengusir siluman.

Biksu-biksu itu dulunya tinggal di pagoda atau klenteng raksasa.

Bangunan Pagoda sangat khas dan kini masih dirawat sebagai ikon dan obyek pariwisata. Di Xi’an terdapat dua pagoda raksasa yang dikenal dengan Drum Tower dan Bell Tower.

Bangunannya kira-kira sebesar Istora Gelora Bung Karno. Saat senja menjelang, anda akan disuguhi indahnya kelelawar beterbangan keluar masuk pagoda tersebut.

Selain Masjid Raya Xi’an dan Pagoda Drum Tower serta Bell Tower, anda masih bisa melihat situs tembok batas kota. Tebal tembok sekitar 12 meter dengan tinggi sekitar 15 meter.

Dulunya, tembok ini menjadi pembatas kota Xi’an dan menjadi salah satu ikon wisata China.

Baca Juga: Parai Benteng Resort di Kota bitung Sulawesi Utara

Leave a Comment