Wisata Pantai dan Gua di Pacitan – Tanah Kelahiran SBY

Wisata Gua dan Pantai di Pacitan. Tau SBY kan? Beliau adalah presiden Republik Indonesia ke-5 yang memimpin Indonesia dari tahun 2004-2014 dan menjabat selama dua periode.

Beliau dilahirkan di salah satu kota di Jawa Timur yang belakangan ini ramai dibicarakain karena menyimpan bidadari cantik di bidnag pariwisata.

Kabupaten Pacitan berada di ujung barat daya Jawa Timur. Berbatasan langsung dengan Jawa Tengah di tiga Kabupaten, yakni Wonogiri, Sukoharjo, dan Karanganyar.

Istimewanya, Pacitan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan memiliki belasan pantai.

Pacitan relatif mudah dijangkau baik dari Solo/Surakarta atau Yogyakarta. Dari Solo jaraknya 100 kilometer. Jalur penerbangan yang paling dekat adalah dari Solo atau Jogja.

Dari sana anda cukup menyewa travel atau bisa menjelajah naik bus umum. Jarak tempuh dari Solo atau Jogja ke surga alam Jawa Timur ini kira-kira 3-4 jam.

Bisa juga dari Surabaya namun lebih jauh jaak tempuhnya, sekitar 5-6 jam.

Wisata Pantai di Pacitan

Pantai di Pacitan rata-rata berpasir putih dan memiliki pemandangan tebing batu kapur. Pesona wisata pantai tersebut menjadi yang paling dicari para wisatawan.

Pantai yang paling mengundang decak kagum diantaranya Pantai Klayar, Pantai Watu Karung,Pantai Banyu Tibo, dan Pantai Karang Bolong

Pantai Klayar punya batu besar mirip Sphinx di Mesir. Pemandangan unik tersebut juga dilengkapi dengan air mancur yang menyembur kencang dari celah karang lalu bernyanyi nyaring bak seruling.

Pantai ini kerap dicari untuk dinikmati pemandangannya daripada bermain air karena ombaknya terbilang kencang.Sphinx Pantai Klayar

Buat yang suka berselancar, cobalah taklukan Pantai Watu Karung. Pantai ini memiliki ombak yang tak kalah dari pantai kelas dunia di Bali dan Hawaii.

Pesona pantai ini bahkan sudah menarik perhatian surfer kelas dunia.Tercatat Bruce Irons yang merupakan juara Rip Curl Pro Search 2008 pertama kalinya menjajal ombak pantai ini dan langsung ketagihan di tahun 2009.

Wajib Baca :  Air Terjun Madakaripura

Tak kalah seru adalah Pantai Banyu Tibo yang artinya air jatuh. Pantai ini unik karena ada air terjun yang berada tepat di bibir pantai jatuh mengalir ke laut.

Di sini Anda bisa menikmati kesegaran air terjun yang tawar, sekaligus bermain di pantai yang berair asin. Pemandangan batu karang di sekitarnya juga sangat memanjakan mata.

Ada lagi Pantai Karang Bolong. Pantai ini memiliki keindahan tebing karang berwarna hijau yang menjorok ke laut.

Tebing tersebut nampak “bolong di tengah” dan sangat megah. Mirip dengan keindahan kawasan Uluwatu, Bali bukan?.

Atraksi Karawitan di Dalam Gua

Selain pantai, Pacitan memiliki banyak wisata gua yang eksotik makanya ada yang menjuluiki  Kota 1001 goa karena begitu banyak goa yang bisa dijelajahi oleh wisatawan.

Goa-goanya menyajikan keajaiban yang sangat tak terduga dan bisa dikatakan cukup jarang di dunia.

Dua Gua yang populer di Pacitan bagi wisatawan karena stalagtit bisa dipukul dan mengeluarkan suara kendang. Itulah Gua Gong dan Gua Tabuhan.

Wajib Baca: Pantai Losari, Destinasi Wisata Alam dan Bahari Yang Memukau

Gua Gong Pacitan

Goa ini terletak tak begitu jauh dari Goa Tabuhan. Tampilan goa ini sangat alami namun sudah dilengkapi sarana berupa jalan setapak dengan pagar pembatas dan lampu yang membuat goa semakin cantik.

Ada sebuah ruangan khusus dimana wisatawan dapat memukul batu alami yang menempel di goa yang mengeluarkan bunyi serupa Gong.

Di ruangan lain, terdapat Sendang Bidadari, yaitu sebuah danau dengan air yang jernih.

Dari namanya, danau ini mungkin dulunya adalah tempat permandian bidadari Suasana dalam Gua Gong

Wajib Baca: Sunrise di Pantai Sanur – Pantai Favorit Wisatawan di Bali

Goa Tabuhan di Pacitan

Terletak di wilayah Dukuh Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, sekitar 25 km dari kota Pacitan.

Goa ini di namakan Goa Tabuhan karena sering digunakan oleh warga sekitar untuk acara atau kegiatan kesenian, cara nya dengan memukul stalagtit di dalam goa, hingga mengeluarkan suara atau irama seperti gamelan.

Goa Tabuhan yang berlokasi di wilayah bukit kapur, dengan pembentukan stalagtit dan stalagmit yang konon umur nya sudah mencapai ratusan tahun, yang terbentuk akibat adanya reaksi unsur kimia antara air hujan dan mineral kapur.

Dengan panjang mencapai 7 meter dan dengan diameter mencapai 1 meter, stalagtit dan stalagmit di dalam goa ini, tampak menyerupai pilar-pilar raksasa yang sangat menakjubkan dengan menjular ke bawah.

Kita bisa menikmati suara gamelan dari dalam goa dengan di bantu oleh seniman gamelan desa sekitar.Atraksi Menabuh Batu Gamelan Paduan Seni Karawitan di Goa Tabuhan

Wajib Baca: Keindahan Goa Embultuk

Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu.

Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua.

Di bagian kanan terdapat beberapa bekas penggalian arkeologi yang dipagari. Gua Tabuhan termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba.

Cerita Legenda Asal Usul Gua Tabuhan

Cerita masyarakat sekitar, gua Tabuhan yang ditemukan oleh Kyai Santiko. Ia kehilangan lembu yg bersembunyi di sebuah gua.

Lembu itu tidak ingin keluar dari gua, karena menyimpan banyak air. Setelah semak belukar dibersihkan, Gua itu dirawat oleh Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.

Itulah cerita eksotik dari Pacitan yang terkenal dengan wisata pantai dan gua. Jika belum ke sana, jangan lewatkan tahun depan untuk menjelajahi gua-gua beraura magis tersebut.

Wajib Baca: Pantai Pandawa Bali – Terkenal Gara-gara FTV

Leave a Comment